Begini Proses Penyulingan Air Laut Dengan Teknologi Sederhana

Proses Penyulingan Air Laut dengan Teknologi Sederhana

proses penyulingan air laut

 

Proses penyulingan air laut – Sistem atau tata kelola sumber daya air di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang tentang Sumber Daya Air No. 7 tahun 2004.

Namun, undang-undang tersebut masih bersifat hukum umum dan tidak merinci sistem pengelolaan air yang baik.

Sejak manusia mulai terbakar, sistem atau metode pengolahan air (terutama metode untuk air minum) telah berkembang. Cara yang paling umum adalah merebus air.

Cara ini biasanya menggunakan air (jernih) kualitas baik, sehingga proses pemanasan hanya memastikan bakteri yang terkandung di dalam air bisa mati.

Untuk sumber air yang keruh (berwarna), berbau atau berasa, metode pemanasan tentunya sudah tidak sesuai lagi untuk digunakan, sehingga diperlukan metode lain seperti proses filtrasi.

Konsep piramida air memiliki sejarah lebih dari 5.000 tahun ketika Piramida Agung dibangun dengan ruang penyimpanan air. Pompa pendorong hidrolik baru digunakan sampai tahun 1700-an, meskipun masih sangat sederhana.

Baik Piramida Agung Giza atau Piramida Air memanfaatkan energi matahari yang melimpah.

Kebutuhan air bersih kian meningkat | Proses penyulingan air laut

Seiring dengan pertumbuhan penduduk di kawasan ini yang terus meningkat, kebutuhan air bersih di kawasan pesisir akan terus meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, air bersih terus diupayakan dengan berbagai cara, salah satunya melalui proses penyulingan air laut menjadi air tawar. Adanya teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan wilayah pesisir pada air tanah.

Dilansir dari mongabay.co.id, Agung Kuswandono, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemaritiman, mengatakan bahwa teknologi untuk proses penyulingan air laut itu adalah teknologi piramid desalinator.

Teknik ini dapat membuat distilasi menjadi sederhana dan cepat. Tak hanya itu, teknologi ini juga bisa membuat garam tanpa terkendala cuaca. Teknologi desalinasi piramida merupakan salah satu teknologi penguapan air laut yang dapat menghasilkan garam dan air tawar.

Teknologi ini merupakan rangkaian proses pembuatan garam dan turunannya yang sangat bermanfaat bagi daerah yang gersang dan kesulitan air bersih.

Baca Juga : Jual Produk Mesin Isi Ulang Galon Praktis dan Terbaru 2021

Teknologi yang ramah lingkungan | Proses penyulingan air laut

Teknologi ini tidak menggunakan listrik sama sekali, sehingga sangat ramah lingkungan. Proses menghasilkan garam dan air tawar melalui penguapan air laut di prisma, dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk menyimpan air laut dan menjalani proses penguapan.

Piramida desalinant biasanya dibangun menggunakan bambu dan plastik yang dilapisi sinar ultraviolet. Sedangkan untuk pengukuran sudut prima, sudut ideal adalah 45 derajat.

Dengan sudut yang begitu tajam, teknologi pengolahan akan menjadi lebih baik untuk mengalirkan air.

Volume dan arah angin juga akan lebih tinggi. Air hasil penguapan akan mengikuti aliran plastik UV dan selanjutnya dialirkan ke tabung Paralon yang terhubung ke dasar aliran air di lapisan plastik.

Pembuatan prisma semacam ini sangat mudah, tidak perlu  menggunakan berbagai yang rumit namun menggunakan teknologi dan murah, jika setiap rumah memiliki teknologi seperti itu akan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Sudah ditemukan selama berpuluh tahun silam | Proses penyulingan air laut

Kita bisa menggunakan modal yang cukup murah untuk membuat piramida air atau teknologi piramida desalinizer sederhana ini. Teknologi tersebut diharapkan bisa diterapkan secara besar-besaran dan akan dikembangkan di kawasan timur Indonesia.

Selain kerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait, pulau ini juga merupakan pulau terluar. Dengan pembangunan ini diharapkan krisis air bersih dapat teratasi.

Baca juga : Cara Membuat Telur Puyuh Bacem Enak dan Mudah