Cara menghitung kebutuhan alat produksi tepung penting Anda kuasai sebelum membeli mesin, karena salah hitung berarti modal habis percuma atau produksi macet. Alat yang terlalu kecil membuat pesanan menumpuk, sedangkan alat yang terlalu besar membuat investasi dan listrik tidak berguna. Dengan rumus sederhana, Anda bisa menentukan jumlah dan kapasitas alat yang pas. Berikut langkah-langkahnya.
Tentukan Target Produksi Harian
Mulailah dari target, bukan dari mesin. Hitung berapa kilogram tepung yang ingin Anda jual per hari, lalu tambahkan cadangan sekitar 20 persen untuk lonjakan pesanan. Misalnya, target 300 kilogram per hari menjadi sekitar 360 kilogram. Catat pesanan tiga bulan terakhir untuk melihat pola naik turunnya penjualan. Gunakan data penjualan nyata bila ada, atau perkiraan dari pesanan pelanggan tetap.
Cara Menghitung Kebutuhan Alat Produksi Tepung dari Kapasitas Mesin
Cari kapasitas nyata tiap alat dalam kilogram per jam, lalu kalikan dengan jam kerja efektif. Jam efektif biasanya lebih pendek daripada jam kerja resmi karena ada waktu istirahat, pembersihan, dan pergantian bahan. Rumusnya: kebutuhan unit sama dengan target harian dibagi perkalian kapasitas per jam dengan jam efektif. Bulatkan ke atas bila hasilnya berkoma.
Contoh Perhitungan Sederhana
Misalnya, target Anda 360 kilogram per hari. Sebuah ayakan berkapasitas 100 kilogram per jam bekerja efektif enam jam per hari, sehingga menghasilkan 600 kilogram. Satu unit sudah lebih dari cukup. Bila kapasitas hanya 40 kilogram per jam, hasilnya 240 kilogram, jadi Anda membutuhkan dua unit atau tambahan jam kerja. Hasil hitungan ini hanya ilustrasi, jadi gunakan angka kapasitas dari spesifikasi mesin yang Anda pilih.
Hitung Seluruh Tahap Produksi
Penggilingan, pengayakan, dan pengemasan punya kapasitas berbeda. Tahap paling lambat menentukan kecepatan seluruh jalur. Karena itu, hitung kebutuhan alat untuk tiap tahap, lalu seimbangkan agar tidak ada tahap yang menumpuk. Untuk tahap pengayakan, pelajari perbandingan ayakan manual dan otomatis agar Anda memilih jenis yang sesuai dengan target.
Perhitungkan Cadangan, Perawatan, dan Pertumbuhan
Sisakan margin untuk perawatan, mesin rusak, dan pertumbuhan pesanan. Jangan menjalankan alat di batas kapasitas maksimum sepanjang hari karena umur mesin memendek. Rencanakan kapasitas untuk satu atau dua tahun ke depan agar Anda tidak cepat membeli ulang. Bila ragu, pilih mesin dengan kapasitas satu tingkat di atas hasil hitungan.
Hitung Ruang, Listrik, dan Tenaga Kerja
Alat produksi butuh ruang, daya listrik, dan operator. Ukur luas area kerja, termasuk jalur untuk bahan masuk dan tepung keluar. Cek daya listrik di tempat Anda agar mesin tidak sering membuat listrik turun. Hitung pula jumlah operator per shift supaya pekerjaan tidak menumpuk pada satu orang.
Bandingkan Pilihan dan Pemasok
Setelah angka kebutuhan jelas, bandingkan beberapa model berdasarkan kapasitas nyata, bukan sekadar klaim brosur. Tanyakan uji coba dengan tepung Anda dan ketersediaan suku cadang. Anda dapat melihat ragam model dan spesifikasinya di halaman mesin pengayak tepung Rumah Mesin sebelum menentukan pilihan.
Kesalahan dalam Cara Menghitung Kebutuhan Alat Produksi Tepung
Kesalahan pertama adalah memakai kapasitas brosur tanpa memotongnya dengan jam efektif. Kedua, banyak pelaku usaha menghitung satu tahap saja dan melupakan tahap lain. Ketiga, sebagian orang tidak menyisakan cadangan sehingga satu kerusakan menghentikan seluruh produksi. Sebagai gantinya, hitung semua tahap, gunakan jam efektif, dan sisakan margin.
Kesimpulan
Pada akhirnya, cara menghitung kebutuhan alat produksi tepung berawal dari target harian, kapasitas nyata per jam, jam kerja efektif, dan margin cadangan. Dengan perhitungan ini, Anda membeli alat yang pas dan produksi berjalan lancar. Bila Anda ingin memulai, kunjungi Rumah Mesin dan sampaikan target produksi Anda.
