Sistik atau yang biasa disebut stik bawang adalah camilan gurih yang nikmat. Biasanya, sistik hadir saat ada perayaan spesial, termasuk Hari Raya Idulfitri. Rasanya yang gurih dan renyah bikin camilan ini mudah disukai banyak orang. Memang bukan hal sulit untuk menemukan sistik, karena banyak toko dan supermarket yang meanjualnya. Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara membuat sistik renyah dan gurih.
Sejarah Sistik

Makanan cemilan goreng yg berasal dari eropa yg diciptakan pada 1393 yang memiliki kualitas produk yang tinggi dan pelayanan terbaik ini kini sedang menjajal untuk menjadi makanan cemilan khas Nusantara. Makanan yg dibuat pada abad pertengahan tersebut, di Inggris makanan ini lebih dikenal dengan nama pipefarces.
Negara – negara penghasil susu terbesar pada abad pertengahan di dataran eropa seperti Italia, Swiss, Prancis dan Inggris merupakan pelopor pengembangan dan pengolahan adonan keju dan produk susu lainnya. Seiring berjalannya waktu makannan ini mulai menyebar melewati Samudra Atlantik yang kemudian menyebar ke benua Amerika hingga benua Asia,sehingga Snack Stick ini populer.
Di Indonesia Snack Stick biasanya disajikan dengan saus sambal sebagai pelengkap atau sebagai toping tambahan pada makanan. Karena rasa gurih kejunya dan kerenyahan adonanya yang pas Snack Stik sangat cocok dipadukan dengan menu utama lainnya seperti bubur ayam, nasi goreng hingga steak. Karena cara pembuatannya yang relatif mudah dan hanya dengan sedikit bahan baku, stick langsung menjadi primadona makanan ringan pada kategori “Snack”. Yuuk langsung simak saja ulasan dibawah ini tentang cara pembuatan sistik.
Cara Membuat Sistik Renyah Dan Gurih
Bahan-Bahan:
- 200 gram tepung terigu protein sedang
- 25 gram tepung sagu
- 100 ml santan
- 5 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1 butir telur
- 2 batang daun bawang
- 500 ml minyak sayur
- 1/2 sdt baking powder
- garam secukupnya
Baca Juga: cara membuat sistik renyah dan mengembang
Cara Membuat Sistik Renyah Dan Gurih:
- Siapkan wadah, lalu masukkan tepung terigu, tepung sagu, baking powder, dan garam. Aduk semua bahan tersebut dengan whiskhingga tercampur merata. Sisihkan sejenak. Setelah itu, kupas bawang merah dan putih menggunakan mesin pengupas bawang hingga bersih. Masukkan ke dalam food processor dan haluskan hingga lembut, lalu sisihkan ke wadah.
- Masukkan bawang merah dan bawang putih halus ke dalam campuran tepung. Aduk dengan whisk sampai tercampur rata Selanjutnya, masukkan telur dan tuang santan perlahan. Segera aduk adonan sampai tepungnya larut dan menjadi adonan yang sedikit padat. Uleni dengan spatula agar lebih lembut.
- Apabila adonan sistik sudah jadi, giling adonan dengan rolling pin hingga tipis. Kalau sudah, siapkan mesin penggiling yang biasa dibuat menggiling mi dan pasta. Setelah itu, giling kembali adonan dengan penggiling pasta. Lakukan sebanyak 2-3 kali penggilingan hingga licin. Hentikan kalau sudah mencapai ketebalan yang diinginkan.
- Potong-potong adonan secara memanjang, lalu sisihkan. Kemudian, panaskan cukup banyak minyak di dalam wajan dan tunggu hingga mendidih. Goreng adonan sistik hingga kuning kecokelatan dan mengapung. Segera angkat dan tiriskan sistik hingga tuntas. Sistik yang renyah siap dinikmati atau disimpan di stoples.
Tepung yang di gunakan dalam membuat sistik

1.Tepung Terigu Protein Sedang
Penggunaan tepung terigu jenis ini cukup fleksibel untuk segala jenis masakan. Kandungan protein di dalam tepung ini berkisar antara 11 hingga 12,5 persen. Biasanya dipakai untuk membuat brownies, bolu, hingga waffle. Tepung terigu protein sedang bisa kamu temukan pada merek terigu Segitiga Biru dan Hana Emas. Tak cuma itu, kadang terigu curah tanpa merek pun biasanya memiliki kandungan protein sedang lo!
2.Tepung Sagu
Tepung sagu dibuat dari sari pati batang pohon sagu. Sementara tepung tapioka berasal dari sari pati tumbuhan singkong.
Biasanya tepung sagu digunakan untuk membuat makanan agar memiliki tekstur lembut, empuk, dan lengket. Mulai dari jajanan pasar kue lapis, talam ubi, sampai pempek.
Pada adonan, tepung sagu tidak bisa berdiri sendiri, harus dicampur dengan bahan lain seperti tepung terigu. Sebab adonan yang hanya dibuat dengan tepung sagu akan memiliki tekstur terlalu lembek dan terlalu lembut sehingga butuh bahan yang bisa memperkuat teksturnya.
Saya adalah penulis di iresepi.net, dengan minat utama dalam perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya sangat senang belajar berbagai hal dan senang berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terkini dengan pembaca. Semangat saya dalam belajar dan berbagi pengetahuan adalah hal yang selalu saya pertahankan.
