Cara merawat tanaman jagung sangat penting untuk dilakukan agar mendapatkan pertumbuhan yang subur dan mendapatkan hasil yang optimal. Perawatan dan pemeliharaan jagung mulai dilakukan sejak tanaman jagung masih berada dalam fase bibit hingga mencapai dewasa dan siap panen. Untuk bisa menghasilkan jagung yang berkualitas baik maka diperlukan perawatan serta pemeliharaan tanaman setelah bibit jagung ditanam. Cara menanam jagung sebenarnya mudah untuk dilakukan. Meski mudah untuk dilakukan ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan harus diperhatikan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara merawat jagung kamu harus tahu terlebih dahulu tahap sebelumnya yaitu tahapan penanaman jagung.
Syarat syarat yang harus dipenuhi untuk menanam jagung
Dibawah ini adalah syarat- syarat yang harus dipenuhi untuk menanam jagung.
- Area penanaman 21-34 derajat celsius
- Area yang untuk menanam jagung memiliki curah hujan ideal
- Tanaman jagung dapat memperoleh paparan sinar matahari secara langsung minimal 6 jam atau lebih per hari
- Area untuk menanam jagung mempunyai tekstur tanah yang gembu
- pH tanah 5,5 hingga ,5
- Mempunyai ketersediaan air yang cukup
- Tanah mempunyai unsur hara yang cukup
Apabila syarat syarat di atas tidak terpenuhi dengan baik, tanaman jagung masih memungkinkan untuk ditanam akan tetapi hasil yang akan diperoleh tidak akan semaksimal saat melakukan penanaman di area tanah yang sesuai dengan syarat-syarat untuk menanam jagung di atas.
Tahapan Penanaman
a. Penyiapan benih
Benih yang digunakan haruslah benih unggul yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang lebih dari 95%. Pesriapan benih sebaiknya mengikuti anjuran dari produsen benih tersebut. Jika benih jagung yang disiapkan bukan dari pabrik, benih tersebut disiapkan terlebih dahulu dengan cara merendamnya teerlebih dahulu dengan insektisida. Ini berguna agar benih terlindung dari serangan penyakit. Jika benih yang diproduksi dari pabrik biasanya sudah dicampur dengan insektisida, Penampakan benih tersebut biasanya berwarna merah sehingga tidak perlu direndam lagi dengan insektisida.
b. Cara merawat tanaman jagung dengan cara menyiapkan tanah yang gembur sebagai media tanam

Setelah menyiapkan benih, langkah selanjutnya adalah menyipakan tanah yang gembur untuk menanam jagung. Pastikan tanan untuk menanam jagung telah bersih dari rerumputan maupun tanaman lama. Langkah selanjutnya adalah membuat parit atau bedengan dengan baik sehinggga tanaman jagung bisa mendapatkan air yang cukup apabila musim hujan tiba. Apabila kamu menanam jagung pada musim kemarau pembedengan tersebut tidak perlu dilakukan.
Selain itu pilihlah tanah yang minimal dapat terkena sinar matahari langsung selama 6 jam ataupun lebih. Kamu juga memilih tanah yang kaya akan organik, kamu juga bisa menaambahkan kompas ke arah tanah sebelum menanam jagung. kamu juga perlu memastikan tingkat kesaman tanah sekitar 5,5 dan 7,0.
c. Cara menanam bibit jagung

Pertama lubangilah tanah sedalam 5 cm dan berikan lubang yang satu dengan yang lainnya dengan jarak sekitar 25 cm, barulah menabur benih jagung. Di setiap lubang dapat memasukan 2-3 biji jagung. Jangan lupa benih jagung yang sudah dimasukkan dalam lubang harus ditimbun tipis-tipis dengan bokashi. lakukan pengairan apabila musim kemarau tiba.
Pastikan kamu meluangkan waktu menyiram jagung hingga bagian atas tanah lembab, selanjutnya kamu dapat menyiram seperlunya. hal ini dilakukan agar tanah tidakk mengering selama proses perkecambahan. jagung biasanya berkecambah dalam kurun waktu 7 sampai dengan 14 hari.
apabila tinggi tanaman jagung sudah mencapai 30-40 cm, kamu harus membersihkan rumput liar dan gulma yang mulai tumbuh. Setelah itu, kamu dapat memberi pupuk secukupnya agar mempercepat pertumbuhan jagung.
4. Waktu penyiraman jagung yang tepat

agar tanaman jagung tetap terawat dengan baik, kamu harus rutin menyiram tanaman jagung sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu atau ketika tanah bagian atas tanah mulai mengering. Hindari menyiram tanaman jagung di atas tunasnya. Sebab hal ini dapat mengakibatkan masalah jamur. Siramlah tanaman jagung yang paling bawah di dekat permukaan tanah agar daun jagung tetap kering.
5. Cara merawat jagung dengan cara memberikan pupuk tambahan

Langkah pertama adalah memberikan 120 gram pupuk pada setiap 1,5 meter persegi bedengan ketika batang jagung tumbuh dan memiliki 8 daun. Kemudian taburi pupuk disekitar tanaman jagung dan siram bedengan agar pupuk dapat meresap kedalam tanah.
Baca juga peluang usaha jasuke
Cara merawat tanaman jagung hingga panen
1. Pengairan
Saluran drainase diperlukan agar air bisa mengalir ketika musim hujan tiba agar air hujan tidak tergenang karena tanaman jagung sangat peka dengan air yang tergenang. Sedangkan saluran irigasi dibuat agar bisa mengairi tanaman ketika musim kemarau.
Untuk pertumbuhan tanaman jagung diperlukan air dan udara. selama benih jagung belum tumbuh, peran air sangat penting dalam membantu proses perkecambahan tanaman jagung. Biasanya setelah benih jagung ditanam dilakukan penyiraman yang cukup kecuali tanah sudah lembab.
Pengairan selanjutnya diperlukan agar tanaman jagung tidak layu dan kering. Namun ketika tanaman jagung mulai berbunga air yang diperlukan cukup besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit diantara tumbuhan jagung. air sangat penting perannya dalam peningkatan produksi. Pada saat terbentuknya tongkol dan malai kondisi tanaman jagung sangat peka terhadap kekurangan air, maka proses pengisian biji akan terganggu. Pada saat tersebut air mutlak sangat dibutuhkan, meskipun sebelumnya juga memerlukan air.
Cara merawat tanaman jagung dengan cara penyiraman air
Pada saat benih jagung ditanam air yang dibutuhkan belum terlalu banyak. Peresapan air dapat dilakukan dengan cara mengaliri air melalui parit-parit sehingga dapat menjangkau tempat-tempat benih jagung ditanam. Apabila airnya belum cukup bisa melakukan dengan cara penyiraman lokal yaitu cukup siram ditanah tempat jagung ditanam dengan tidak mengenai daun jagung. hal ini dapat membantu kelembapan tanah.
2. Penyulaman
Benih yang tidak tumbuh atau mati sebaiknya cepat digantikan dengan benih yang baru. Penyulaman ini dilakukan ketika tanaman jagung tumbuh tidak terlalu tinggi. Sehingga keseragaman umur tanaman jagung tetap terjaga dan tidak memiliki perbedaan yang jauh sehingga penampilan fisiknya tetap sama. hal ini dilakukan sebelum bibit lain memasuki umur 15 hari.
Ketika tanamna jagung sudah memasuki umur 15 hari biasanya tanaman lain seperti gulma dan rumput liar mulai bermunculan dan mulai mengganggu. Untuk membatasi terbaginya makanan di dalam tanah antara tanaman jagung dengan tanaman pengganggu lainnnya maka mutlak untuk melakukan penyiangan pertama.
Pada saat bibit berumur 15 hari setelah ditanam, tanaman jagung belum cukup kuat berdiri dan perkaranya pun masih sedikit, maka penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak terjadi kerusakan pada akar bibit jagung yang masih kecil. Alangkah lebih baiknya penyiangan cukup dilakukan dengan tangan saja.
penyiangan kedua kedua dilakukan ketika tanaman jagung berumur satu bulan. penyiangan kedua biasanya dilakukan menggunakan alat penyiang. Saat itulah perkara jagung mulai berkembang dan pada saat itu pula tanaman jagung perlu ditimbun dengan tanah (membumbun). Dengan menimbunan tanah pada daerah akar jagung, maka akar tanaman semakin bertambah banyak dan tanaman semakin kuat berdirinya.
Penyiangan ketiga dilakukan ketika umur jagung memasuki 2 bulan dengan menggunakan cara yang sama.
3. Pembumbunan
Cara merawat tanaman jagung juga bisa dilakukan dengan cara membumbun. Maksud pembumbunan adalah untuk memperkuat berdirinya batang. Selain itu pembumbunan berarti menyediakan makanan yang ada didalam tanah yang digunakan untuk membumbun. Pembumbunan juga berfungsi untuk mengatasi tanah yang kelebihan air sekaligus dapat memperbaiki drainase. Selain itu pembumbunan juga bertujuan untuk menciptakan lingkunag akar yang lebih baik segingga tanaman jagung bisa tumbuh dengan kokoh dan tidak mudah rebah, dilakukan bersamaan waktu penyiangan pertama dan ketika pembuatan saluran atau setelah memberika pupuk II pada 35 HST dan setelah melakukan penyiangan kedua. Pembumbunan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul ataupun menggunakan mesin pembuat alur.
Pada umumnya pembumbunan tanaman dilakukan dengan menggunakan cangkul. Tanah di sekitar tanaman diambil dengan cangkul dan dipindahkan ke sekitar akar tanaman. Pembumbunan penting dilakukan karena bertujuan untuk memperkokoh dan memperkuat tanaman. Selain itu pembumbunan dengan menggunakan cangkul hanya 9-10 cm, sehingga pengairan yang diberikan melimpah diatas alur dan menggenangi seluruh lahan. Cara yang dilakukan ini tentu sangat tidak efisien dalam penggunaan air
Kegiatan pembumbunan biasanya dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan pembuatan saluran atau setelah pemupukan ke dua (35 HST) bersamaan dengan penyiangan kedua secara mekanis.
Penyiangan dapat dilakukan apabila tumbuhan pengganggu mulai tumbuh dan bersaingan untuk merebut makanan atau hara. Penyiangan yang dilakukan pada tanaman jagung yang masih muda dan kecil biasanya menggunakan tangan atau cangkul kecil dan sebagainya. Yang terpenting penyiangan ini tidak mengganggu tanaman pokok, terutama akar tanaman jagung karena pada umur tersebut tanaman jagung belum cukup kuat untuk mencengkram tanah.
Alur pembumbunan yang memiliki kealaman mencapai 22 cm memungkinkan tanaman jagung bisa tumbuh lebih cepat dan tahan rebah. Tanah yang digembur disebelah kanan dan kiri tanaman diuruk dengan cangkul pada bidang pangkal tanaman jagung, kemudian ditimbun dibarisan tanaman. dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.
4. Penyiangan (cara merawat tanaman jagung dengan cara pengendalian gulma)
1. Pengertian gulma
Gulma sering disebut dengan tumbuhan pengganggu karena bersaing dengan tanaman utama terhadap kebutuhan sumber daya (resources) yaitu air,unsur hara, cahaya dan tuang tumbuh. Akibat dari persaingan tersebut produksi tanaman menjadi tidak optimal atau dengan kata lain adalah kehilangan hasil dari potensi hasil yang dimiliki oleh tanaman utama. kehilangan hasil tanaman sangat bervariasi, dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kemampuan tanaman berkompetisi, umur tanaman, jenis-jenis gulma, umur gulma, teknik budidaya, dan durasi mereka berkompetisi.
2. Tujuan dan manfaat pengendalian gulma
a. Tujuan
Pada umumnya tujuan pengendalian gulma adalah sebagai berikut.
- Mengurangi tanaman pesaing untuk meminimalkan kehilangan hasil tanaman jagung
- Meningkatkan aksesibilitas tanaman jagung terhadap efisiensi dan efektivitas tanamn pesaing
- Dapat meningkatkan produktivitas kerja petani jagung
b. Manfaat
Manfaat pengendalian gulma yaitu :
- Mengurangi gangguan terhadap struktur tanah
- Menghemat tenaga kerja, waktu dan biaya
- Gulma yang mati dapat bermanfaat guna mempertahankan kelembapan tanah mengurangi erosi, menekan pertumbuhan gulma baru, dan berfungsi sebagai sumber bahan organik dan hara
3. pengelompokan gulma

Ada beberapa jenis gulma tertentu yang merupakan pesaing tanaman jagung dalam mendapatkan unsur hara, cahaya dan air. Di indonesia terdapat 36 jenis gulma rumputan, 51 jenis gulma teki dan 140 jenis gulma yang berdaun lebar. Pengelompokan gulma diperlukan untuk dapat memudahkan pengendalian. Pengelompokan ini dapat dilakukan berdasarkan habitat, daur hidup, klasifikasi taksonomi, ekologi dan tanggapan terhadap herbisida.
Berdasarkan daur hidup dikenal dengan gulma annual (setahun) yang hidupnya kurang dari setahun dan gulma perennial (tahunan) yang siklus hidupnya lebih dari setahun. Berdasarkan habitatnya dikenal dengan gulma daratan dan gulma air, yang dibagi lagi menjadi gulma tenggelam, gulma mengapung dan gulma sebagian tenggelam dan sebagian mengapung. Berdasarkan ekologi dikenal gulma lahan kering, gulma sawah, gulma rawa atau waduk dan gulma sawah.
4. Cara pengendalian gulma
a. Cara pengendalian gulma secara kimia
1. Pengertian herbisida
Herbisida adalah zat kimia yang dapat menekan pertumbuhan gulma da juga bahkan dapat mematikan gulma. Penggunaan herbisida ataupun zat kimia yaang lainnya harus dilakukan dengan hati-hati dengan memenuhi 6 syarat yaitu :
- Tepat waktu
- Tepat sasaran
- Tepat mutu
- Tepat konsentrasi
- Tepat takaran
- Tepat cara aplikasikannya
Selain itu harus juga mempertimbangkan efektivitass, efesiensi dan aman bagi lingkungan.
2. Cara kerja herbisida
Cara kerja herbisida dikelompokan menjadi 2 yaitu herbisida sistematik dan herbisida kontak.
1. Herbisida sistematik
Cara kerja herbisida sistematk ini dialirkan kedlam jaringan tanaman gulma dan mematikan jaringan sasarannya seperti titik tumbuh, daun, tunas sampai ke perakarannya. Keistimewaan herbisida sistematik adalah dapat mematikan tunas – tunas yang ada dalam tanah, sehingga dapat menghambat pertumbuhan gulma tersebut. Contoh herbisida sistematik adalah sulfosat dan glifosat.
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas herbisida sistematik yaitu :
- Cuacaa yang cerah ketika menyemprot
- Gulma harus dalam masa pertumbuhan yang aktif
- Keringkan area yang akan disemprot
- Tidak menyemprot ketika menjelang hujan
- Gunakan air yang bersih sebagai bahan pelarut
- Boleh dicampur dengan herbisida 2,4D amina atau herbisida metsulfuron
2. Herbisida Kontak
Cara kerja herbisida kontak hanya mampu membasmi gulma yang terkena semprotan saja, terutama aktif berfotosintesis dan di bagian daun yang berhijau. Keistimewaan herbisida kontak adalah dapat membasmi gulma secara cepat, 2-3 jam setelah disemprot gulma mulai layu dan 2-3 hari kedepannya gulma tersebut akan mati. Sehingga ini bermanfaat jika waktu penanaman harus segera dilakukan. Kelemahan dari herbisida kontak adalah gulma akan cepat tumbuh kembali sekitar 2 minggu setelahnya. contoh dari herbisida kontak ini addalah paraquat.
3. Selektivitas herbisida
Herbisida ada yang tidak selektif dan selektif. Herbisida yang tidak selektif dapat membasmi gulma sekaligus tanamannnya. Contohnya adalah herbisida glifosot, dapat membasmi semua gulma dan tanaman yang mengandunng butir hijau daun. selektif ataupun tidanya tergantung pada takaran yang digunakan. Semakin tinggi takaran yang digunakan maka akan semakin kurang selektivitasnya.
Herbisida selektif hanya dapat membasmi gulma dan tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Contohnya herbisida porpanil, membasmi gulma golongan berdaun pita, herbisida 2,41D amina membasmi gulma teki dan berdaun lebar.
3. Waktu aplikasikan herbisida
Waktu mengaplikasikan herbisda harus disesuaikan dengan tujuan dan sasarannya. Herbisida untuk (pra-tumbuh dan pasca-tumbuh) pemeliharaan dan herbisida untuk penyiapan lahan berberda penggunaannya.
Pratanam adalah herbisida yang disemprotkan kepada gulma yang sedang tumbuh sebagai penyiapan lahan sebelum tanam. Herbisida pra-tanam adalah glifosat dan paraquat dengan takaran yang sesuai dengan anjuran.
Pratumbuh adalah herbisida yang diaplikasikan sebelum gulma dan tanaman berkecambah atau bisa juga di aplikasikan pada gulma yang belum berkecambah akan tetapi tanaman sudah mulai tumbuh.
Mengaplikasikan herbisida biasnya dilakukan pada 0-4 hari setelah pengolahan tanah (sebelum ataupun setelah tanam). Biji gulma akan mulai berkecambah pada umur 3-5 hari setelah pengolahan tanah. Oleh karena itu aplikasikan herbisida pra-tumbuh harus dilakukan sebelum 3-4 hari setelah pengolahan tanah. Pasca-tumbuh harus dilakukan 3-4 hari setelah pengolahan tanah. Pasca-tumbuh aplikasi herbisida dapat dilakukan pada gulma dan tanaman yang sudah tumbuh. Herbisida pasca-tumbuh yang tidak selektif seperti glifosat bisa juga digunakan untuk pemeliharaan atau penyiangan, asalkan dalam penyemprotannya tidak boleh mengenai tanaman karena apabila terkena tanaman akan menimbulkan keracunan dan bahkan tanaman padi bisa mati.
4. Cara mengaplikasikan herbisida
Herbisida akan berhasil dilakukan dan efektif apabila digunakan dengan benar sesuai petunjuka yaitu :
- Takaran yang sesuai denga kebutuhan persatuan luas
- Merata keseluruh area sasaran
Cara penegndalian gulma secara mekanis antara lain adalah sebagai berikut :
- Menggunakan tangan
- Menggunakan cangkul
Sedikit info untuk teman-teman yang membutuhkan mesin pemipil jagung silahkan hubungi rumah mesin:)
Terimakasih telah membaca artikel saya semoga bermanfaat:)
Saya adalah seorang penulis di iresepi.net yang memiliki minat yang kuat terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam dunia IT. Saya juga senang belajar dan berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terkini dengan pembaca. Semangat belajar dan semangat berbagi pengetahuan adalah hal-hal yang senantiasa saya pegang.
