Berikut merupakan artikel mengenai Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah dengan Mudah, selamat membaca.
Click link berikut, jika ingin membaca mengenai Tips Budidaya Ikan Lele yang Sederhana dan Mudah, dan juga mesin giling sekam untuk menggiling sekam.
Kolam Tanah
Kolam tanah merupakan salah satu media pembudidayaan ikan termasuk ikan lele yang dibuat dengan bahan utama tanah yang digali. Cara budidaya ikan lele di kolam tanah cenderung relatif mudah. Sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu jenis tanahnya, apakah mudah menyerap air atau tidak. Kolam tanah tidak bisa dibuat pada tanah yang berpasir, tanah berporous, dan tanah galian. Untuk kolam tanah sebaiknya dibuat pada jenis tanah yang tidak mudah menyerap air.
Kelebihan dari kolam tanah, diantaranya :
Kolam Pembudidayaan Lele Sistem Kolam Tanah
Kelebihan dari Kolam Tanah :
- Karena tanah merupakan tempat tumbuhnya mikroorganisme yang bisa untuk pakan tambahan lele, ketersediaan pakan alami pada kolam tanah akan lebih banyak.
- Biaya dalam pembuatan kolam tanah cenderug lebih murah jika dibandingkan dengan kolam jenis lain.
- Pada kolam tanah, proses perombakan sisa pakan dan metabolisme dapat terjadi secara alami.
- Kolam tanah bisa dan mudah untuk dialihfungsikan, contohnya menjadi sawah.
Namun dibalik kelebihan tersebut, terdapat beberapa kekurangan dari kolam tanah :
- Salah satunya yakni kolam tanah rentan bocor. Kebocoran rentan terjadi pada tanggul kolam sehingga peteranak harus rajin dalam merawatnya.
- Debit air yang masuk ke dalam kolam sulit di kontrol serta hewan predator di dalam kolam sulit untuk terdeteksi.
Berikut persiapan dan cara dalam membuat kolam tanah.
1. Proses Penggalian Kolam
- Bersihkan lokasi untuk pembuatan kolam tanah telah dari sampah.
- Selanjutnya gali tanah dengan ukuran 5 x 3 meter dengan kedalaman 80 – 150 cm. Penggalian tanah dapat dilakukan menggunakan cangkul atau alat modern.
- Tanah hasil galian jangan dibuang, jadikan tanah hasil galian sebagai tanggul. Tanggul di gunakan agar kolam tidak mudah bocor, dengan meletakkan tanggul di pinggiran kolam dengan lebar dan kuat.
- Jangan lupa berikan salah satu pipa pengeluaran air di salah satu sudut tanggul kolam agar air tidak meluap.
- Kemudian buat kemalir atau parit di tengah kolam dengan ukuran lebar 40 cm dan kedalaman 20 cm. Pembuatan kemalir ini bertujuan agar memudahkan saat lele akan dipanen.
2. Proses Pengeringan Kolam
Setelah proses penggalian kolam selesai, maka kolam harus dikeringkan dahulu. Keringkan kolam di bawah sinar matahari selama 3 hingga 7 hari. Tanda kolam benar-benar kering dengan melihat tanah di dasar kolam yang retak-retak. Proses pengeringan ini memiliki fungsi untuk membunuh segala bakteri yang ada di tanah kolam yang bisa menimbulkan bibit penyakit bagi ikan lele. Selain itu gas-gas beracun yang terperangkap di dalam tanah akan menguap hilang jika terpapar sinar matahari.
3. Proses Penggemburan Tanah
Jika tanah dasar kolam dipastikan benar-benar kering, proses selanjutnya adalah penggemburan tanah. Tanah digemburkan atau di bajak (di balik), dapat menggunakan cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm, tanah yang gembur mudah ditumbuhi mikroorganisme baik.
4. Proses Pengapuran Tanah
Apabila tanah dasar kolam sudah digemburkan, lalu dilakukan proses penebaran kapur. Proses pengapuran memiliki fungsi yakni menyeimbangkan tingkat keasaman atau pH pada tanah.
Taburkan kapur tohor dengan dosis 50 – 200 gram/m2. Perlu diingat semakin asam tanah, maka jumlah kapur tohor yang ditaburkan pun semakin tinggi. Setelah kapur ditaburkan, aduk-aduklah dengan tanah yang telah gemburkan sampai tercampur rata dan biarkan hingga 7 hari.
5. Proses Pemupukan
Setelah tanah diberi kapur dan dibiarkan selama kurang lebih satu minggu, hal selanjutnya yakni pemberian pupuk.
- Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi, kerbau, kambing, atau bisa menggunakan pupuk kompos.
- Taburkan pupuk secara merata ke tanah dasar kolam, dan pastikan tercampur rata dengan tanah yang telah gembur. Dapat juga ditambahkan dengan pupuk urea dan TSP.
- Kemudian padatkan tanah campuran tadi dan biarkan hingga satu minggu.
- Proses pemberian pupuk memiliki fungsi untuk menumbuhkan organisme seperti fitoplankton dan cacing, dimana nantinya biota tersebut bisa menjadi pakan alami lele.
6. Pengisian Air
- Setelah kolam dipupuk, isilah kolam dengan air setinggi 50-70 cm kemudian biarkan selama satu minggu.
- Dalam waktu satu minggu air kolam akan tersinari oleh matahari dan tembus ke dasar kolam. Hal itu akan memicu tumbuh dan berkembangnya biota air seperti cacing dan fitoplankton yang berfungsi sebagai pakan alami lele.
- Setelah satu minggu, air kolam akan berubah warna menjadi kehijauan. Lalu tambahkan air ke dalam kolam hingga ketinggian 100 – 120 cm.
Setelah melakukan seluruh prosedur, maka kolam tanah telah siap untuk ditebari benih ikan lele.
Terima kasih sudah membaca artikel mengenai Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah dengan mudah, selamat mencoba!
Saya adalah seorang penulis di iresepi.net yang memiliki minat yang mendalam terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam dunia IT. Saya juga senang belajar berbagai hal dan senang berbagi informasi seputar bisnis serta berbagai tips terkini dengan pembaca. Semangat belajar dan semangat berbagi pengetahuan adalah prinsip yang selalu saya pegang erat.
