Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah dan Unggul

Beberapa Hal yang Perlu di Perhatikan Dalam Menanam Pinang

cara menanam pinang agar cepat berbuah

Penjelasan berikut adalah cara menanam pinang agar cepat berbuah. Mari kita simak baik-baik penjelasannya.

Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah – Menentukan Jenis Lahan yang Bagus

Secara umum lahan yang akan ditanami pohon pinang dikelompokkan menjadi 2, lahan kelompok satu dan kelompok dua

Lahan yang baik untuk berkebun pinang adalah gambut tipis atau tanah gambut tua dan humus. Pasalnya, tanah seperti ini banyak mengandung unsur organik dalam proses tumbuhnya tanaman pinang. Lahan ini disebut lahan kelompok satu.

Jenis tanah kedua adalah lempung berpasir, tanah kuning-merah dan pasir kuning-merah. Kadar pasir tidak boleh melebihi 25%. Pada jenis tanah kedua, akan dibutuhkan pupuk organik dalam jumlah besar, seperti kompos atau pupuk matang.

Hindari penggunaan lahan berkerikil berwarna kuning, merah dan berbatu, karena jenis lahan ini tidak cocok untuk jenis kelapa sawit (pinang). Tanaman berkayu seperti mangga, alpukat, durian, karet, pala, asam jawa, cengkeh, gaharu, dll masih bisa tumbuh di lahan berbatu ini.

Usahakan level lahan pada 1 sd 1.300 mdpl karena pada ketinggian ini tanaman pinang bertumbuh secara optimal. Pengerjaan penanaman dilakukan pada awal atau pertengahan musim hujan.

Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah – Mempersiapkan Lahan Tanam

Bersihkan tanah dari semak dan gulma baik secara mekanis atau menggunakan herbisida. Untuk kelompok lahan pertama, buat patok utama dengan jarak 3 meter. Luas tanah kelompok kedua adalah 2,75 meter. Di kedua sisi daratan.

Jarak tiang utama dari batas tanah atau pembatas adalah 1,5 meter. Dengan memperhatikan kondisi tanah, semakin subur tanahnya maka kepadatan populasinya semakin dijarangkan.

Kemudian tempatkan tumpukan anak dengan jarak 3 x 3 meter atau 2,75 x 2,75 meter. Aturan tata letak tiang diformulasikan dengan persegi atau baris tentara.

Gali lubang tanam. Ukuran kelompok pertama adalah 30 x 30 x 30 cm, dan ukuran kelompok kedua adalah 50 x 50 x 50 cm. Tanah yang digali di bagian atas dipisahkan dari tanah yang digali di bagian bawah. Biarkan lubang galian selama seminggu.

Karena bibit pinang membutuhkan adaptasi atau aklimatisasi untuk ditanam, maka galian dibiarkan selama kurang lebih satu minggu. Bibit diletakkan di dekat lahan kebun bila diperlukan.

Aduk tanah galian dengan 3 kg pupuk organik, 200 gram dolomit dan 100 gram pupuk rock phosphat pada lahan kelompok satu. Sedangkan lahan kelompok kedua tanah  galian diaduk dengan 5 kg pupuk organik, 100 gram dolomit dan 100 gram pupuk phosphat.

Masukkan campuran media tanam ke dalam lubang tanam, dan tanam bibit pinang dengan posisi tegak. Kedalaman kedalaman bola benih sama dengan tinggi permukaan media tanam pada lubang tanam.

Permukaan lubang tanam lebih rendah 7 sd 10 cm dari permukaan lahan pada lahan kelompok dua sedangkan untuk lahan kelompok satu sama rata pada lahan tanam.

Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah – Memilih Bibit Pinang

Bibit pinang dipilih sebagai bibit yang sehat dan ditanam dibawah sinar matahari langsung. Jangan menabur benih yang tumbuh langsung di tempat teduh atau teduh.

Bibit yang ditangkar dibawah paranet / di bawah teduhan secara umum akan stress dan tidak akan tahan apabila terkena matahari langsung. Sehingga bibit ini akan mudah gosong daunnya karena terbakar sinar matahri langsung.

Apabila tetap menggunakan bibit tersebut makan harus di aklimatisasi terlebih dahulu minimal selama 2 bulan. Maka usahakan carilah bibit pinang yang ditangkat dan terbiasa kena matahari langsung.

Kelebihan budidaya tanaman pinang ini adalah bisa ditumpangsarikan dengan tanaman palawija, sayuran, bumbu-bumbu rimpang, ubi jalar atau singkong, dll.

Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah – Pengendalian Gulma

Karena gulma dan hama sering ditemukan di perkebunan pinang maka harus dikendalikan. Gulma dan hama ini akan menimbulkan penyakit untuk tanaman pinang itu sendiri.

Maka ketika tanaman pinang terkena penyakit tidak akan tumbuh secara optimal dan pertumbuhannya pasti terganggu. Bahkan bisa menyebabkan tanaman pinang mati.

Cara Menanam Pinang Agar Cepat Berbuah – Melakukan Pemupukan

Pemupukan umur 6 bulan sampai 3 tahun: campurkan 2 kg pupuk organik dan 200 gr pupuk NPK dalam dua tumpukan di kedua sisi area akar tanaman. Jangan menyebarkan pupuk. Aplikasikan setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Apabila sudah berumur 3 tahun ke atas (sampai masa penanaman kembali), berikan 5 kg pupuk organik dan 300 g pupuk NPK setiap 6 bulan.

Masa Panen Buah Pinang

Tanaman pinang mulai berbuah saat berumur 4 tahun. Dan mulai berproduksi normal pada usia 6 tahun. Usia maksimal 35 tahun. Hasil buah sangat tergantung pada kesesuaian tanah dan iklim, termasuk pemupukan dan nasib petani.

Pemanenan buah pinang tua berwarna kuning atau jingga dapat dilakukan dengan memotong tandan buah menggunakan sabit (menggunakan tiang bambu).

Buah pinang tersebut kemudian dijemur selama 14 hari, kemudian dikupas menggunakan alat pengupas buah pinang yang banyak dijual secara online.

Cara yang juga bisa lebih cepat yaitu memotong buah pinang segar dengan mesin pembelah pinang, mengeringkannya di atas benih selama 3-4 hari, menggali bijinya, kemudian mengeringkannya selama 2-3 hari.

Bagaimana hasilnya? Cukup menarik bukan?

Dibanding dengan komoditi perkebunan sawit atau karet, hasil bertanam pinang jauh lebih baik. Budidayanya mudah, hama dan penyakit tidak sebanyak sawit dan karet.