Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang cara ternak sapi yang baik dan benar. Sapi juga hewan ternak yang bisa dibilang sangat sulit sekali untuk dirawat. Apalagi untuk dikembangbiyakkan sebagai usaha agribisnis, tentu tidaklah menjadi sebuah peluang usaha yang sangat mudah.

Berikut Cara Ternak Sapi Yang Baik Dan Benar

Namun, siapa sangka jika membudidayakan ternak sapi dapat mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Meskipun imbalanya dari bisnis ini besar, bagi kalian yang tidak berpengalaman sekali dalam bidang ini justru malah jadi merugikan lho!

Untuk itu, lakukanlah langkah yang tepat dan benar seperti dibawah ini supaya usaha ternak sapi yang kalian lakukan dapat berkembang dengan baik.

1. Tetapkan Modal Awal Usaha Cara Ternak Sapi

Jangan merasa takut untuk mengeluarkan dana besar. Karena, keuntungan yang akan Anda dapatkan dari anggaran awal bisa berkali lipat. Anggaran awal itu setidaknya harus bisa mencangkup kebutuhan beberapa ternak sapi pertama yang mulai kalian budidayakan.

Modal awal bukan hanya soal anggaran dana saja, namun juga jaringan pertemanan. Pada pertemanan ini adalah hal yang sangat penting sekali untuk mempunyai berbagai informasi tentang cara merawat dan berbisnis ternak sapi.

2. Cara Memilih Jenis Ternak Sapi 

Sapi ternak ini memiliki berbagai jenis, seperti:

Sapi Ongole

Sapi ongole mempunyai ciri-ciri fisik adalah bewarna putih sedikit keabu–abuan, warna pada jantan agak lebih gelap dari pada yang betina. Kepalanya yang panjang, telinganya sangat kecil dan bergantung, ukuran tanduk yang sedang.

Sapi ongole ini bergelambir, tubuh besar sekali, berpunuk di atas bahu, mempunyai paha yang besar, serta kulit tebal. Ukuran punuk pada jantan lebih besar dari pada punuk yang betina. Sapi ini adalah jenis sapi potong terbaik di daerah tropis.

Sapi Limousin

Sapi limousin yaitu sapi yang pertama kali yang dikembangkan di Prancis. Sapi limousin adalah tipe sapi potong dengan perototan yang lebih baik sekali dari sapi simmental. Sapi limousin mempunyai bulu berwarna coklat tua kecuali di sekitar paha berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda.

Bagian tubuh sapi limosin ini adalah besar, panjang, padat dan kompak. Keunggulan dari sapi limousin ini yaitu perkembangannya badannya yang sangat cepat sekali.

Sapi Brahman

Cara Ternak Sapi

Sapi ini yaitu keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya sapi ini asal India lalu terjun ke Amerika pada tahun 1849 sangat cepat sekali berkembang di Amerika, Di AS, sapi ini berkembang biak untuk diseleksi dan meningkatkan mutu genetiknya. Sesudah berhasil, jenis sapi Brahman ini diekspor ke berbagai negara.

Dari AS, sapi Brahman menyebar ke Australia. Sapi ini masuk ke Indonesia sejak zaman Belanda menyerang Indonesia.

Ciri khas sapi Brahman yaitu berpunuk besar dan mempunyai kulit yang longgar, gelambir dibawah leher sampai perut lebar dengan banyak sekali lipatan-lipatan. Telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi Brahma ini adalah tipe sapi potong ynang sangat baik untuk dibudidayakan.

Sapi Madura

Cara Ternak Sapi

Sapi Madura yaitu sapi yang ganas dan sapi potong juga. Hibrida lokal yang asli dari negara Indonesia hasil persilangan antar banteng jantan dengan bos indicus atau sapi Zebu yang secara genetik mendapatkan sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan virus.

Karakteristik sapi Madura  sangatlah seragam sekali, karena bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan pengheliatannya yang kurang lebih jelas.

Kontribusi sapi madura adalah sebagai sapi potong berkembang baik sekali di Jawa Timur khususnya ada di pulau Madura. Kontribusi sapi di Madura cukup besar sekali sampai 24% dari kegunaan sapi potong yang berasal dari Jawa Timur.

Angka ini mengalami peningkatan dibanding 2012 yang hanya mencapai 787.424 ekor dengan jumlah terbanyak di wilayah Kabupaten Sumenep yakni mencapai 360.000 ekor lebih. Selain itu sebagai sapi potong, sapi Madura ini dipakai untuk alat transportasi masyarakat di pedalaman Madura yang disebut Sapi Pajikaran.

Sapi Madura yang berjenis kelamin jantan dipakai untuk sapi karapan dalam tradisi masyarakat Madura. Pada dasarnya, kalian harus mencari lebih dulu semacam macam jenis sapi lokal dan impor. Setelah itu, Anda bisa memilih jenis sapi mana yang akan Anda budidayakan.

Jika kalian memilih sapi lokal, sapi nya membutuhkan ketelatenan yang lebih karena perkembagan cenderung lama, namun mempunyai kualitas daging yang sangat bagus sekali. Pilih sapi berumur 2,5 tahun (jantan atau betina) yang sehat. Biayanya biasanya adalah harga untuk anakan sapi madura ini sekitar 300 juta rupiah.

3. Menyiapkan Kandang Sapi

Pastikan luas tempat itu untuk kandang sapi ini harus sama dengan jumlah sapi yang akan kalian kembangbiakkan. Kandang yang kuat untuk membuat sekitar 25 ekor sapi biasanya harus mempunyai modal kurang lebih sekitar Rp. 50 juta.

Untuk lokasinya, usahakan membuat kandang sapi jauh dari pemukiman penduduk, minimum 10 meter jarak antara kandang dan rumah peternak sapi. Kandang sapi wajib mempunyai sinar matahari yang cukup untuk menjaga suhu di kandang ini.

4. Membuat Kandang Sapi

Ada berbagai posisi kandang yang bisa kalian gunakan. Ada posisi yang satu baris sama baris atau dua baris yang berhadapan atau berlawanan dan posisi menempatkan kandang saling berhadapan atau berlawanan.

Hal ini juga sangat tergantung dari jumlah sapi yang ingin kalian kembangbiakkan. Selain itu, perlu untuk mengasih lubang ventilasi untuk cahaya matahari bisa masuk, dan kandang biar tidak lembab.

5. Memilih Bibit Sapi Ternak yang Unggul

Sapi ternak yang bagus adalah yang memiliki mata bersih dan cerah, dan tidak memiliki lendir di hidungnya. Jika ada lendir di hidungnya, itu berarti sapi tersebut memiliki gangguan pada pernapasan.

Kulit dan bulu sapi juga harus bersih dan tidak rontok sebagai tanda sapi terhindar dari infeksi dan zat berbahaya, kukunya tidak panas bila disentuh dan dubur serta ekor sapi juga harus diperiksa apakah ada gejala diare atau tidak.

6. Pemberian Pakan

Untuk menjadi pertumbuhan yang cepat , maka sapi perlu diberi pakan menggunakan cara tertentu. Pengasihan pakan hijau saja pada sapi kurang efektif sekali bagi sapi sehingga perlu juga memapaki antara pakan hijau dengan pakan yang mengandung banyak protein seperti ampas tahu, kulit kacang kedelai, bekatul, dan lainnya.

Sedangkan makanan sapi ini seperti jerami, daun, tebu dan alang-alang atau yang lainya merupakan makanan yang berkualitas sangat rendah. Untuk menambahkan kualitas pakan sapi, kasih juga rumput gajah atau setaria kolonjono yang sudah di cacah mengunakan mesin pencacah rumput .

7. Perawatan Sapi

Lakukan suntikan vaksin dan beri obat seperti obat cacing dan dan sejenisnya untuk menjaga kebersihan tubuh sapi. Kandang wajib dibersihkan setiap hari agar tetap kering dan bersih biar terhindar dari berbagai virus dan penyakit yang menyerang tubuh sapi.

Jangan sampai kandang terkena cipratan air hujan. Karena hal itu juga dapat menjadi kandang sapi lembab, bau, dan mudah sekali untuk sarang bakteri, virus, kuman penyakit, dn sejenisnya.

berikut penjelasan Jenis Jenis Virus Sapi :

Penyakit IBR adalah penyakit hewan yang bersifat menular dan mengganggu sistem reproduksi ternak. Terganggunya sistem produksi ternak akan mengakibatjan infeksi penyakit yang menular sangat merugikan sekali karena dapat menjadi keguguran, penurunan fertilitas, kemajiran ternak, bahkan bisa mati. IBR merupakan penyakit yang sangat infeksius disebabkan oleh Bovine herpesvirus. Gejala virus akibat penyakit ini seperti penyakit pustular vulvovaginithis pada sapi betina atau balanoposthitis pada sapi jantan, konjungtivitis, ensefalitis dan gejala sistemik lainnya seperti demam atau kelesuan. Sapi betina dewasa bila terkeba virus ini dapat menyebabkan penurunan produksi susu, menurunnya tingkat fertilitas, bahkan bisa menjadi keguguran.

Gejala klinis

Berdasarkan gejala klinisnya, agen yang menjadi penyakit IBR yaitu virus BHV-1, terbagi menjadi 2 tipe, yaitu subtipe 1 dan subtipe 2. Virus BHV-1 subtipe 1 berhubungan dengan galur yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, sedangkan subtype 2 adalah galur yang dapat menyebabkan gangguan genital seperti Infectious.

Gangguan pernapasan

IBR adalah penyakit pernapasan pada sapi yang secara signifikan merugikan sekali, khususnya bagi usaha budidaya perternak sapi. Virus ini masuk ke dalam saluran pernapasan umumnya bisa melalui udara. 

Itulah penjelasan tentang cara ternak sapi baik dan benar yang harus kalian ketahui.